>3 anak bangsa yang mempunyai bobot dunia teknologi internasional

>Warsito P Taruno

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengakui kehebatan dan telah memakai teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu melihat¡± tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya).

Warsito P Taruno Ilmuwan Indonesia yang hebat ini lahir di Solo, 16 Mei 1967, bukanlah anak yang tumbuh dengan mimpi besar. Sebagai anak desa di lereng Gunung Lawu, ia menjalani hidup ala kadarnya. Ia habiskan masa kecil bergumul dengan sawah, dan ternak. Tapi memang, kemampuan intelektualitasnya ditempa karena dia gemar membaca buku. “Saya meminjam buku apa saja yang bisa saya pinjam dan baca. Saya membacanya di mana saja, bisa di sawah, ladang, sungai. Kambing saya kenyang makan tanaman orang, saya kenyang baca buku,” ujarnya. Aktivitas itu dilakoninya hingga lepas masa SMA.

Sebagai siswa cemerlang, Warsito kemudian pindah ke Yogyakarta, setelah namanya tertera sebagai mahasiswa Teknik Kimia UGM. Tapi dia gagal sekolah ke kampus itu, karena terbentur masalah biaya. Ia lalu merantau ke Jakarta. Beruntung, dia mendapat beasiswa di Universitas Shizuoka, Jepang, 1987. Beasiswa mengantarnya meraih gelar tertinggi akademik (S3), 1997. Pada 1999, dia hijrah ke Amerika Serikat. Berbekal riset tentang tomografi, dia menjadi satu dari 15 peneliti papan atas dunia di Industrial Research Consortium, Ohio State University. Sebuah lembaga riset terpandang yang menjadi acuan sejumlah perusahaan minyak raksasa di dunia semisal ExxonMobil, Conoco Phillips, dan Shell.

Di tengah kesibukan riset, ia meluangkan waktu menulis di sejumlah jurnal ilmiah bertaraf internasional. Tak jarang, ia juga dipercaya menjadi pembicara utama dalam sejumlah forum ilmuwan dunia. Momen tak terlupakan adalah tatkala ia selesai memberi sesi paripurna (plenary lecture) di konferensi internasional tentang reactor engineering di Delft, Belanda, 1999. “Itu adalah sesi paripurna sebuah konferensi besar, yang dihadiri pakar dan professor dari seluruh dunia. Sepertinya tak ada penghargaan lebih besar dari itu, yang pernah saya rasakan dalam hidup saya. Bagaikan cerita di film.” Empat tahun dia curahkan tenaga dan waktu di Amerika. Mulai 2003 hingga 2006, ia memilih wara-wiri antara Amerika dan Indonesia. Akhirnya, dia memutuskan kembali ke Indonesia, membesarkan CTECH Labs yang dibangunnya di satu ruko mungil di kawasan Tangerang. “Cita-cita saya membangun institusi riset yang tidak kalah dengan institusi riset mana pun di dunia, dan itu di Indonesia.”

Khoirul Anwar

Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang. Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,”

Pada tahun 2006, Khoirul pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA). Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi. Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu. Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD. Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya. Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. “Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi. Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. “Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa.” katanya.

Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. “Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul. Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri. Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. “Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia,” kata dia.

Yogi Erlangga

Yogi yang telah berhasil memecahkan rumus matematika berdasarkan “Persamaan Helmholtz”. Keberhasilan Yogi memecahkan rumus Persamaan Helmholtz adalah tonggak penting bagi ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi. Hasil temuannya dapat diterapkan dalam sejumlah bidang. Salah satunya, bisa digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi. Ia mampu memecahkan Persamaan Helmholtz yang rumit, setelah mendalaminya selama empat tahun. Dengan riset yang menghabiskan dana hampir Rp. 6 milyar itu, Ia berhasil mengembangkan metode perhitungan lebih cepat.

Yogi Erlangga seorang ilmuwan muda Indonesia yang Usia 36 tahun. Lahir di Tasikmalaya. Dia meraih gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda pada usia yang terbilang muda, 31 tahun. Dia mencintai ilmu yang dibenci banyak orang, matematika. Di negeri kincir angin itu, dia dinobatkan sebagai doktor matematika terapan. Dan matematika itulah yang melambungkan Yogi Erlangga ke perusahaan minyak raksasa dunia. Dia adalah efisiensi. Rumus matematika yang dikembangkannya membuat ribuan insinyur minyak bisa bekerja cepat. Akurasi tinggi. Dan akhirnya si raja minyak banyak berhemat. Penelitian yang dilakukan Yogi dalam meraih gelar doktor berhasil memecahkan persoalan matematika atas gelombang yang bisa digunakan oleh perusahaan minyak untuk mencari cadangan emas hitam itu. Rumus yang dikembangkan Yogi ini seratus kali lebih cepat dari yang berlaku sebelumnya. Bukan cuma perusahaan minyak yang riang, sejumlah perusahaan raksasa dunia yang mengunakan unsur gelombang juga bersukaria. Rumus matematika anak Tasikmalaya itu juga manjur untuk teknologi keping Blu-Ray. Keping itu bisa memuat data komputer dalam jumlah yang jauh lebih besar. Rumus itu juga mempermudah cara kerja radar di dunia penerbangan.

Dalam siaran pers — saat wisuda doktor Desember 2005– Universitas Delft sungguh bangga akan pencapaian Yogi. Siaran per situ menyebutkan bahwa penelitian Yogi adalah murni Matematika. Dia berhasil mengembangkan suatu metode kalkulasi, yang memungkinkan sistem komputer untuk menyesaikan ekuasi krusial secara lebih cepat. Padahal, persamaan krusial itu sulit diatasi oleh sistem komputer yang dipakai perusahaan-perusahaan minyak. Penelitian Yogi itu didasarkan pada “Ekuasi Helhmholtz.” Bagi kalangan ilmuwan, metode ekuasi itu penting dalam mengintepretasi ukuran-ukuran akustik yang digunakan untuk mensurvei cadangan minyak. Sebelumnya, pengukuran itu dilakukan secara dua dimensi. Namun, dalam penelitian doktoralnya, Yogi berhasil membuat metode kalkulasi yang digunakan untuk memecahkan ekuasi Helmholtz ratusan kali lebih cepat dari yang biasa. Itulah sebabnya perusahaan-perusahaan minyak bisa memanfaatkan kalkulasi secara tiga dimensi untuk mencari cadangan minyak. Itulah sebabnya Delft yakin bahwa metode yang dikembangkan Yogi bisa mengundang daya tarik perusahaan-perusahaan minyak.

sumber:kaskus.us

>telkom luncurkan tv interaktif pertama

>
Pada hari Senin 28 February 2011 kemarin, pihak Telkom Indonesia mengadakan soft launching layanan IPTV Telkom di Jakarta.

Kaskuser mungkin banyak yang belum tau & bertanya-tanya apa itu IPTV?
IPTV merupakan singkatan dari Internet Protocol Television atau tayangan televisi interaktif beresolusi tinggi (high definition/HDTV).

Peluncuran layanan IPTV yang pertama di Indonesia oleh Telkom ini, merupakan upaya Telkom untuk memperkuat bisnis multimedia sekaligus merevitalisasi jaringan kabel Indonesia. IPTV merupakan platform layanan yang merupakan tahap lebih lanjut dari bentuk interaksi multimedia yang ada saat ini. IPTV merupakan teknologi yang menyediakan layanan konvergen dalam bentuk siaran radio dan televisi, video, audio, teks, grafik dan data yang disalurkan ke pelanggan melalui jaringan IP (Internet Protocol).

Adapun IPTV menawarkan hal-hal baru sebagai berikut =
• Broadcast televisi dan video di atas akses Internet ;
• Content on demand, yang meliputi video, TV, musik ;
• Interaksi multimedia dengan kecepatan true broadband, yang meliputi layanan game, shopping, advertising, dan lain-lain ; dan
• Kualitas layanan (quality of service) dan kualitas pengalaman (quality of experience) bagi pelanggan yang terus terpelihara.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan pihaknya merasa bangga menjadi penyedia layanan IPTV. “TV masa depan ini kami peruntukan khusus untuk keluarga di Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan Rinaldi meskipun IPTV secara sederhana berarti Internet Protocol Television, tetapi sesungguhnya IPTV bukanlah sekadar content televisi yang didistribusikan melalui Internet. IPTV adalah sinergi antara kekuatan interaksi Internet dan Web, dengan kekuatan media televisi. Telkom berharap dengan hadirnya TV masa depan ini bisa memenuhi segala anxiety dan desire masyarakat.

Studi mengenai televisi berbasis internet di beberapa negara sendiri menunjukkan minat masyarakat yang relatif baik terhadap layanan IPTV. Saat ini operator IPTV dengan pelanggan terbanyak adalah PCCW (Hong Kong) yang mencapai lebih dari 850.000 pelanggan, dan France Telecom (Perancis) yang mencapai 800.000 pelanggan. Operator lainnya yang sukses adalah Verizon (Amerika Serikat) dengan 600.000 pelanggan. Sementara itu, di tingkat global bisnis IPTV juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup pesat (lihat tabel “Global pay TV Revenue Forecast, 2008-2014). Begitupun di kawasan Asia Pacific, pertumbuhan bisnis Pay TV (termasuk IPTV) memperlihatkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

Penetrasi TV berbayar di Indonesia memang masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lain. Saat ini diperkirakan penetrasi TV berbayar baru 2 persen, masih jauh di bawah Malaysia yang penetrasinya sudah mencapai 60 persen. Padahal potensi pasar layanan TV berbayar di Indonesia cukup besar. Perumahan yang memiliki TV lebih dari 60 juta, sedangkan jumlah televisi yang beredar di masyarakat saat ini lebih dari 120 juta unit.

Karena itulah Telkom menilai potensi IPTV ini cukup besar, walaupun segmen yang coba dibidik mungkin lebih ditujukan ke segmen kelas atas. Bagi Telkom, IPTV adalah langkah pertama dalam penggelaran aplikasi multimedia dengan interaktivitas tinggi di atas jaringan true broadband. IPTV menawarkan pengalaman digital yang lebih interaktif, mudah, nyaman, dan lengkap bagi pelanggan Telkom Group.

Selain itu, IPTV menawarkan peluang, terutama bagi komunitas-komunitas kreatif digital yang sedang tumbuh di Indonesia, untuk menemukan lahan baru yang luas dalam komersialisasi produk dan karya kreatif mereka. Melalui IPTV Telkom menawarkan peluang kerjasama bagi bisnis media dan industri informatika untuk memberikan layanan yang lebih lengkap bagi masyarakat. Bukan itu saja, IPTV membuka konteks baru dalam pengembangan kapasitas dan kualitas network, baik core network, cable network, hingga mobile network.

>ini dia tahapan membuat prossesor (intel)

>
Pernah sempet ke pikir ga sih sama kita bagaimana sebuah chip itu di buat? kalau pernah kepikir ini ada sebuah ilustrasi bagaimana sebuah chip itu dibuat, kita lihat tahap-tahap proses produksi CPU (Central Prosecing Unit), yang digunakan di setiap PC didunia. Anda akan melihat sekilas beberapa pekerjaan yang luar biasa ini dilakukan tiap hari di pabriknya di Intel Corp

1. Sand (Pasir)

Pasir – terutama Quartz – memiliki persentase tinggi dari Silicon dalam pembentukan Silicon dioksida (SiO2) dan nerupakan bahan dasar untuk produksi semikonduktor.
Pasir – sekitar 25% masa Silicon yang merupakan senyawa kedua terbanyak – setelah oksigen – di muka bumi.

2. Silikon Cair

Silikon dimurnikan dalam tahap berlapis untuk akhirnya nencapai kualitas produksi yang disebut Electronic Grade Silicon (EGS). EGS mungkin hanya mengandung sebuah atom asing setiap satu triliun atom Silikonnya. Pada gambar di bawah ini Anda bisa lihat bagaimana sebuah kristal besar tumbuh dari silikon cair yang dimurnikan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut Ingot.

3. Kristal Silikon Tunggal – Ingot

Sebuah ingot dibuat dari Electronic Grade Silicon. Sebuah ingot memiliki berat sekitar 100 kilogram (220 pound) dan memiliki kemurnian Silicon 99.9999%.
Mono-crystal Silicon Ingot — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

4. Pengirisan Ingot

ngot kemudian diiris menjadi disc-disc silikon individual yang disebut wafer.
Ingot Slicing — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

Silikon cair – skala: level wafer (~300mm / 12 inch)

5. Wafer

Wafer-wafer ini dipoles sedemikian rupa hingga tanpa cacat, dengan permukaan selembut kaca cermin. Intel membeli wafer-wafer siap produksi itu dari perusahaan pihak ketiga. Process rumit 45nm High-K/Metal Gate oleh Intel menggunakan wafer dengan diameter 200 milimeter. Saat Intel mulai membuat chip-chip, perusahaan ini mencetak sirkuit-sirkuit di atas wafer 50 milimeter. Dan untuk saat ini menggunakan wafer 300mm, yang menghasilkan penghematan biaya per-chip.
Wafer — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

6. Mengaplikasikan Photo Resist

Cairan (warna biru) yang di tuangkan di atas wafer saat diputar adalah sebuah proses dari photo resist yang sama seperti yang kita kenal di film untuk fotografi. Wafer diputar selama tahap ini untuk membuatnya sangat tipis dan bahkan mengaplikasikan layer photo resist.
Applying Photo Resist — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

7. Exposure

Hasil dari photo resist diekspos ke sinar ultraviolet (UV. Reaksi kimianya ditrigger oleh tahap pada proses tersebut, sama dengan apa yang terjadi pada material film pada sebuah kamera saat Anda menekan tombol shutter. Hasil dari photo resist yang diekspos ke sinar UV akan bersifat dapat larut. Exposure diselesaikan menggunakan mask yang berfungsi seperti stensil dalam tahap proses ini. Saat digunakan dengan cahaya UV, mask membentuk pola-pola sirkuit yang bervariasi di atas tiap layer dari mikroprosesor. Sebuah lensa (di tengah) mengurangi image dari mask. Sehingga yang dicetak di atas wafer biasanya adalah empat kali lebih kecil secara linier daripada pola-pola dari mask.
Exposure — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

8. Exposure

Meskipun biasanya ratusan mikroprosesor bisa dihasilkan dari sebuah wafer tunggal, cerita bergambar ini hanya akan fokus pada sebuah bagian kecil dari sebuah mikroprosesor, yaitu pada sebuah transistor atau bagian-bagiannya. Sebuah transistor berfungsi seperti sebuah switch, mengendalikan aliran arus listrik dalam sebuah chip komputer. Peneliti-peneliti di Intel telah mengembangkan transistor-transistor yang sangat kecil sehingga sekitar 30 juta transistor dapat diletakkan pas di kepala sebuah peniti.
Exposure — scale: transistor level (~50-200nm)

9. Membersihkan Photo Resist

Photo resist yang lengket dilarutkan sempurna oleh suatu pelarut. Proses ini meninggalkan sebuah pola dari photo resist yang dibuat oleh mask.
Washing off of Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

10. Etching (Menggores)

Photo resist melindungi material yang seharusnya tidak boleh tergores. Material yang ditinggalkan akan digores (disketch) dengan bahan kimia.
Etching — scale: transistor level (~50-200nm)

11. Menghapus Photo Resist

Setelah proses Etching, photo resist dihilangkan dan bentuk yang diharapkan menjadi terlihat.
Removing Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

12. Mengaplikasikan Photo Resist

Terdapat photo resist (warna biru) diaplikasikan di sini, diekspos dan photo resist yang terekspos dibersihkan sebelum tahap berikutnya. Photo resist akan melindungi material yang seharusnya tidak tertanam ion-ion. Applying Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

13. Penanaman Ion

Melalui seuatu proses yang dinamakan “ion implantation” (satu bentuk proses yang disebut doping), area-area wafer silikon yang diekspos dibombardir dengan “kotoran” kimia bervariasi yang disebut Ion-ion. Ion-ion ini ditanam dalam wafer silikon untuk mengubah silikon pada area ini dalam memperlakukan listrik. Ion-ion ditembakkan di atas permukaan wafer pada kecepatan tinggi. Suatu bidang listrik mempercepat ion-ion ini hingga kecepatan 300.000 km/jam.
Ion Implantation — scale: transistor level (~50-200nm)

14. Menghilangkan Photo Resist

Setelah penanaman ion, photo resist dihilangkan dan material yang seharusnya di-doped (warna hijau) memiliki atom-atom asing yang sudah tertanam (perhatikan sekilas variasi warnanya).
Removing Photo Resist — scale: transistor level (~50-200nm)

15. Transistor yang Sudah Siap

Transistor ini sudah dekat pada proses akhirnya. Tiga lubang telah dibentuk (etching) di dalam layer insulasi (warna magenta) di atas transistor. Tiga lubang ini akan terisi dengan tembaga yang akan menghubungkannya ke transistor-transistor lainnya.
Ready Transistor — scale: transistor level (~50-200nm)

16. Electroplating

Wafer-wafer diletakkan ke sebuah solusi sulfat tembaga di tahap ini. Ion-ion tembaga ditanamkan di atas transistor melalui proses yang disebut electroplating. Ion-ion tembaga bergerak dari terminal positif (anoda) menuju terminal negatif (katoda) yang dipresentasikan oleh wafer.
Electroplating — scale: transistor level (~50-200nm)

17. Tahap Setelah Electroplating

Pada permukaan wafer, ion-ion tembaga membentuk menjadi suatu lapisan tipis tembaga.
After Electroplating — scale: transistor level (~50-200nm)

18. Pemolesan

Material ekses dari proses sebelumnya di hilangkan
Polishing — scale: transistor level (~50-200nm)

19. Lapisan Logam

Lapisan-lapisan metal dibentuk untuk interkoneksi (seperti kabel-kabel) di antara transistor-transistor. Bagaimana koneksi-koneksi itu tersambungkan ditentukan oleh tim desain dan arsitektur yang mengembangkan funsionalitas prosesor tertentu (misal Intel® Core™ i7 Processor). Sementara chip-chip komputer terlihat sangat flat, sesungguhnya didalamnya memiliki lebih dari 20 lapisan yang membentuk sirkuit yang kompleks. Jika Anda melihat pada pembesaran suatu chip, Anda akan menemukan jaringan yang ruwet dari baris-baris sirkuit dan transistor-transistor yang mirip sistem jalan raya berlapis di masa depan
Metal Layers — scale: transistor level (six transistors combined ~500nm)

20. Testing Wafer

Bagian dari sebuah wafer yang sudah jadi ini diambil untuk dilakukan test fungsionalitasnya. Pada tahap test ini, pola-pola di masukkan ke dalam tiap chip dan respon dari chip tersebut dimonitor dan dibandingkan dengan daftar yang sudah ditetapkan. Wafer Sort Test — scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

21. Pengirisan Wafer

Wafer di iris-iris menjadi bagian-bagian yang disebut Die.
Wafer Slicing — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

22. Memisahkan Die yang Gagal Befungsi

Die-die yang saat test pola merespon dengan benar akan diambil untuk tahap berikutnya.
Discarding faulty Dies — scale: wafer level (~300mm / 12 inch)

23. Individual Die

Ini adalah die tunggal yang telah jadi pada tahap sebelumnya (pengirisan). Die yang terlihat di sini adalah die dari sebuah prosesor Intel® Core™ i7.
Individual Die — scale: die level (~10mm / ~0.5 inch)

24. Packaging

Bagian dasar, die, dan heatspreader digabungkan menjadi sebuah prosesor yang lengkap. Bagian dasar berwarna hijau membentuk interface elektris dan mekanis bagi prosesor untuk berinteraksi dengan sistem komputer (PC). Heatspreader berwarna silver berfungsi sebagai pendingin (cooler) untuk menjaga suhu optimal bagi prosesor.
Packaging — scale: package level (~20mm / ~1 inch)

25. Prosessor

Inilah prosesor yang sudah jadi (Intel® Core™ i7 Processor). Sebuah mikroprosesor adalah suatu produk paling kompleks yang pernah dibuat di muka bumi. Faktanya, dibutuhkan ratusan langkah – hanya bagian-bagian paling penting saja yang ditampilkan pada artikel ini – yang dikerjakan di suatu lingkungan kerja terbersih di dunia, sebuah lab mikroprosesor.
Processor — scale: package level (~20mm / ~1 inch)

26. Class Testing

Selama test terakhir ini, prosesor-prosesor akan ditest untuk key karakteristik mereka (diantaranya test pemakaian daya dan frekuensi maksimumnya)
Class Testing — scale: package level (~20mm / ~1 inch)

27. Binning

Berdasarkan hasil test dari class testing, prosesor dengan kapabilitas yang sama di kumpulkan pada transporting trays yang sama pula.
Binning — scale: package level (~20mm / ~1 inch)

28. Retail Package

Prosesor-prosesor yang telah siap dan lolos test akhirnya masuk jalur pemasaran dalam satu kemasan box.

>jepang membuat ponsel meyerupai manusia

>

From Mar 1, 2011

Kreativitas orang Jepang dalam menciptakan suatu barang di dunia teknologi patut diacungi jempol. Saking kreatifnya, seringkali barang yang mereka persembahkan justru lebih cocok dikatakan “aneh”. Sebagai contoh, ponsel berbentuk manusia yang diperkenalkan oleh Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) Jepang. Ponsel ini diciptakan dengan maksud membuat para pengguna merasa lebih dekat dengan lawan bicaranya pada saat berkomunikasi. Tidak hanya bentuknya yang menyerupai manusia, bahan yang digunakan untuk membuat ponsel itu pun dibuat menyerupai kulit manusia.
Sejauh yang terlihat pada foto, ponsel yang menyerupai bentuk manusia (atau lebih tepatnya seperti boneka plastik) berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan. Di bagian kepala ponsel tersebut tersedia speaker dan di bagian badannya terdapat lampu indikator penggunaa ponsel. Dalam keadaan standby lampu berwarna merah, sedangkan ketika sedang digunakan lampu yang menyala berubah menjadi biru. Feature voice recognition rencananya akan ditambahkan ke dalam ponsel ini. Ponsel ini merupakan projek kerja sama antara Universitas Osaka, operator ponsel NTT DoCoMo, dan beberapa institusi lainnya. Mereka berharap dapat menjual ponsel ini di pasaran dalam waktu lima tahun mendatang.

Keinginan para pencipta ponsel ini untuk merasakan kedekatan secara fisik dengan lawan bicara masih bisa saya mengerti. Namun, merasakan kedekatan tersebut dengan menempelkan bahan ponsel yang menyerupai kulit manusia ke telinga merupakan ide yang aneh. Bagi saya melakukan video-calling dan menggunakan media sosial lebih masuk akal, apalagi ponsel yang memiliki feature ini pastinya akan lebih nyaman untuk dibawa-bawa dalam saku celana.

sumber:http://www.jagatreview.com/2011/03/j…rupai-manusia/

>film porno pertama di dunia

>Film porno diproduksi tak lama setelah proyektor gambar bergerak pertama ditemukan pada tahun 1895. Dua orang yang menjadi pionir dalam dunia pornografi adalah Eugène Pirou dan Albert Kirchner, yang mengarahkan film porno pertama di bawah nama dagang “Léar”. Film-film karya Pirou menginspirasi pembuat film Perancis lainnya untuk membuat film yang menampilkan wanita-wanita yang menanggalkan pakaiannya. Film-film seperti ini benar-benar menjanjikan keuntungan besar saat itu.

Karena hampir tidak diketahui Pirou sebagai pembuat film porno, kredit sering diberikan kepada film-film lain untuk menjadi film porno yang pertama. Salah satu upaya yang paling ilmiah untuk mendokumentasikan asal-usul perdagangan “Fim Esek-esek” dilakukan oleh Dave Thompson dalam film dokumenter “In Black and White and Blue (2008)”. Ia menceritakan banyak bukti bahwa industri seperti ini pertama kali muncul di Buenos Aires dan kota-kota Amerika Selatan lainnya saat pergantian abad, dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa Tengah selama beberapa tahun berikutnya, namun tidak satu pun dari film-film porno awal ini dikenal secara luas. Menurut Patrick Robertson dalam buku Film Facts, ‘ film porno paling awal yang dapat dipastikan tanggal pembuatannya adalah A L’Ecu d’Or ou la bonne Auberge’ dibuat di Perancis pada tahun 1908; plotnya menggambarkan seorang prajurit lelah yang memiliki janji untuk bertemu dengan seorang pelayan cewek di sebuah penginapan. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. Robertson mencatat bahwa ‘film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Film Jerman Am Abend (sekitar 1910) adalah, demikian tulis Robertson, ‘sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki, melakukan fellatio (blowjob) dan penetrasi anal.

From Mar 1, 2011

Film porno tersebar luas di era film bisu tahun 1920-an, dan sering diputar dalam rumah bordil. Karena saat itu film porno masih dicap ilegal, maka blue film atau stag film (sebutan untuk film porno) diproduksi secara sembunyi-sembunyi mulai tahun 1940an. Film-film tersebut kemudian diedarkan secara pribadi atau oleh pedagang keliling dengan risiko penjara jika ketahuan.

>siapa penemu @ pada email???

>

Feb 24, 2011

Surat elektronik atau electronic mail (e-mail) pertama yang berhasil dikirimkan antara dua mesin dilakukan oleh seorang insinyur pendiam, Ray Tomlison di BBN suatu hari di tahun 1972. Sebelumnya, Tomlison telah menulis program mail untuk Tenex, sistem operasi yang dikembangkan BBN, yang hingga sekarang masih beroperasi pada mesin-mesin PDP-10 ARPANET.

Selain itu, yang juga monumental adalah penemuan lambang @ pada e-mail yang kemudian digunakan orang di seluruh dunia.

“Karena saya yang pertama [menemukan], jadi saya bisa leluasa memilih pungtuasi yang saya inginkan,” ujar Tomlison. “Saya memilih lambang @,” ujarnya. Karakter ini, menurut dia, lumayan membantu karena mirip huruf a untuk address atau alamat lembaga pemilik e-mail yang dituju. Ia tidak menyadari betapa saat itu ia sedang menciptakan sebuah icon penting untuk jagat Internet.

>pertempuran dua teknologi yang serupa

>

From spot

Bluetooth vs. Wifi

Pada akhir tahun 1990 terjadi persaingan antara teknologi Bluetooth vs Wifi. Keduanya bersaing untuk mendapatkan posisi pertama sebagai standar protokol dalam komunikasi tanpa kabel dari komputer ke komputer. Persaingan ini berakhir di tahun 2000 dimana Wifi keluar sebagai pemenangnya, hal ini terutama disebabkan lambatnya Bluetooth dalam mengeluarkan produk-produknya. Tetapi setelah itu, Bluetooth dijadikan sebagai standard dalam komunikasi tanpa kabel antara komputer ke peralatan lainnya, dan Bluetooth mencapai keberhasilannya dalam hal ini.

DVD vs. DIVX

Yang dimaksud “DIVX” di sini adalah sebuah jenis media, bukan “DivX” yg merupakan suatu jenis format file.
Pada akhir tahun 90an, perang format terjadi antara format DVD dan DIVX, dua perintis awal dalam pasar home video digital. DVD mengikuti jejak dari pendahulunya, yaitu VHS dan Laserdisc yg ditujukan untuk format home video digital tetapi dengan kualitas gambar dan suara yg lebih baik. Sedangkan DIVX mempunyai teknologi yg lebih rumit. Sebuah film dimasukkan ke dalam sebuah disc, seperti pada DVD, tetapi disc ini hanya bisa diputar pada mesin player khusus DIVX. Pelanggan dapat membeli film DivX dengan harga $ 4, tapi disc hanya dapat diputar selama 48 jam. Setelah itu, mereka harus membayar biaya tambahan kecil melalui layanan berlangganan untuk menonton lagi, atau biaya lebih untuk akses kunjungan terbatas.

Super Audio CD vs. DVD-Audio

Setelah sukses dengan DVD pada akhir 90s, Sony dan Phillips dikombinasikan untuk menciptakan Super Audio CD, format baru music di dalam disc yang menggunakan teknologi DVD, untuk membuat disc dengan audio berkualitas tinggi. DVD yg tidak mau kalah, dengan cepat merilis Toshiba’s DVD-Audio pada tahun 2000 dan itu tidak lama sebelum perang format berlangsung. Pertarungan keduanya berpusat pada kompatibilitas. Tetapi pada saat itu konsumen enggan untuk beralih ke format SACD dan DVD ini, mereka sudah nyaman dengan format yg sudah ada sebelumnya yaitu CD. Untuk mengatasi hal tersebut kedua format tersebut membuat sebuah player yg bisa digunakan untuk memutar format DVD dan juga CD. Selain itu, DVD-Audio dirancang agar kompatibel dengan kebanyakan DVD player yg sudah beredar di pasar. Sementara itu SACD didesain dengan desai hybrid yg memiliki teknologi CD dan SACD, sehingga SACD bisa dimainkan di perangkat player apapun.

Memory Card War

Persaingan juga terjadi di antara media memory card. Pada awalnya terjadi pertarungan empat arah antara CompactFlash vs. Memory Stick vs. MultiMediaCard / Secure Digital card vs. SmartMedia. Pertarungan menjadi 5 arah ketika xD-Picture Card masuk dalam medan pertempuran, meskipun saat ini SmartMedia telah kalah dan tidak digunakan lagi. Persaingan ini menjadi semakin rumit ketika mulai bermunculan banyak merk memory card lainnya dengan format yg berbeda-beda. Tetapi saat ini SD card tampaknya keluar sebagai pemenangnya, sejak beberapa perusahaan seperti Fujifilm, Olympus, dan Sony mulai meluncurkan produk yang dapat menggunakan SD Card.

Blu-Ray vs. HD DVD

Sebuah perang format yg pahit terjadi dari 2006-2008, ketika Sony Blu-Ray dan HD DVD Toshiba berperang untuk menguasai pasar video high-definition. Ketegangan pada awalnya dimulai dengan penemuan dioda laser biru, yg dimenangkan oleh Sony dan kemudain dikembangkan menjadi sebuah format baru yg bernama Blu-Ray. Sebuah sindikat perusahaan elektronik segera dibentuk untuk mendukung teknologi baru tersebut, tetapi Toshiba bersama dengan Microsoft dan beberapa produsen utama lainnya, waspada terhadap biaya yg dikeluarkan untuk teknologi baru tersebut. Kemudian Toshiba dan Microsoft segera mengumumkan bahwa mereka menciptakan format video mereka sendiri, yg dikenal sebagai HD DVD.

Sirius vs. XM

Pada awal tahun 2000an pertempuran “radio masa depan” dimulai ketika XM dan Sirius mulai berebut untuk mengendalikan industri radio satelit. Pada awalnya XM dengan mudah berhasil mempunyai pelanggan yg jumlahnya 2 kali lipat pelanggan Sirius. Tetapi strategi pemasaran yg agresif dan perjanjian kemitraan dari kedua perusahaan tersebut membuat medan pertempuran menjadi berimbang. Pada thn 2005 kedua perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar yg berdekatan, bahkan pasar di bidang olahraga dibagi rata untuk kedua perusahaan tersebut, dan keduanya juga telah membuat perjanjian terpisah dengan perusahaan mobil untuk penggunaan teknologi mereka pada mobil yg baru. Perang semakin memanas ketika kedua perusahaan mulai menggunakan artis2 seperti Martha Stewart, Bob Dylan, dan Oprah untuk memasarkan produk mereka.

The Home Computer War

Saat ini pertempuran antara perusahaan Home Computer terjadi antara “Mac vs. PC”, tetapi pada awal tahun 80an, pertempuran yg terjadi melibatkan beberapa perusahaan sekaligus. PC dan Mac merupakan dua raksasa dalam perang format ini. Tetapi saat ini terdapat beberapa format home computer lain yg mungkin kebanyakan orang belum pernah mendengarnya, seperti the Commodore 64, the Amstrad CPC, the Timex Sinclair 1000, and the Atari 8-bit. Perang format ini tidak hanya ditentukan oleh mesin yg diciptakan untuk menjadi penjual terbesar, tetapi mereka juga berusaha untuk membuat format yg terpercaya.

8-Track vs. Cassette

Pada tahun 60-70an terjadi pertempuran format audio antara 8-track dan kaset tape. 8-track ato disebut jg dengan stereo 8 muncul pada tahun 1964 dan pada awal kemunculannya 8-track diberitakan sebagai penerus piringan hitam. Dengan 8-track, seorang pengguna dalam mendengarkan musik bisa langsung melompat ke trek selanjutnya dengan hanya sebuah tombol, sebuah fitur yg tidak ada di peralatan lainnya sampai compact disc muncul pada tahun 80an. Masa kejayaan 8-track akhirnya berakhir pada awal tahun 1970 ketika kaset tape yg sebelumnya hanya digunaka di kantor , mulai dipasarkan sebagai format musik rumah.